
Guna menindaklanjuti rencana revitalisasi Kota Kekerabatn Maja, yang mencakup Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang di Provinsi Banten, dan Kabupaten Bogor di Provinsi Jawa Barat yang telah dilaporkan Menpera dalam Sidang Kabinet pada 7 Februari 2006, telah dilakukan Rapat Koordinasi dengan sektor terkait. Beberapa hal yang digarisbawahi dalam rapat koordinasi tersebut antara lain perlu dikirimkannya surat permintaan bantuan fasilitasi dari Menpera kepada Menteri PU untuk pembangunan jalan Maja-Cisoka-Cangkudu dan fasilitasi pembangunan air minum. Surat dari Menpera kepada Menteri Keuangan untuk meminta bantuan fasilitasi pendayagunaan tanah di Kota Maja seluas 717,8 Ha yang dikelola oleh PT PPA (Eks BPPN) dan surat Menpera ke Menteri Perhubungan untuk meminta bantuan penambahan frekuensi keretaapi Tanah Abang – Merak pada jam sibuk yang semula 2 kali menjadi 4 kali serta bantuan peningkatan kapasitas transportasi umum di wilayah Kota Maja.
Departemen Perhubungan telah merespons surat tersebut melalui diskusi dengan Kementerian Negara Perumahan Rakyat pada tanggal 2 Mei 2006 di jalan Merdeka Barat. Dari hasil diskusi yang dihadiri oleh Ditjen Perkereta-apian, Ditjen Perhubungan Darat, Biro Perencanaan Dephub, dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat serta Dinas perhubungan Provinsi Banten dan Asdep Pengembangan Kawasan Skala Besar, Menpera tersebut dicatat bahwa Dephub telah memulai membangun doble track pada jalur tersebut yang dimungkinkan selesai akhir tahun 2006 atau awal 2007. Dengan selesainya doble track tersebut, penambahan frekuensi kereta api pada jam sibuk dapat dilakukan dengan mudah. Selain itu juga akan dilakukan kajian untuk penambahan gerbong pada jam sibuk pada rute dimaksud.
Dephub juga akan terus melakukan kajian untuk penambahan moda transportasi darat guna mendukung pengembangan Kota Kekerabatan Maja. Agar pembangunan moda transportasi efisien, maka Menpera diminta agar segera menyusun Rencana Rinci Tata Ruang Kawasan Maja yang nantinya dapat digunakan sebagai master plan pembangunan seluruh sektor terkait.
Kota Maja memang mempunyai potensi yang cukup tinggi menjadi bangkitan dalam moda transportasi karena adanya peluang untuk difungsikan pula sebagai pendukung kawasan pergudangan dan kawasan industri serta akan beroperasinya pelabuhan laut Bojonegara. Selain itu potensi lahan yang luasnya 10.900 Ha dengan daya tampung 2,18 juta jiwa (tahun 2025) dengan jumlah rumah sekitar 545.000 unit mempunyai daya tarik dan daya dorong pembangunan wilayah kearah barat untuk kawasan Jabodetabek. Untuk itu kerjasama yang sinerjik dari seluruh stakeholder akan sangat menentukan keberhasilan revitalisasi Kota Kekerabatan Maja. Langkah atau kebijakan untuk menumbuhkan suasana kondusif bangkitnya kembali kerjasama seluruh stakeholder, terutama pengembang, itulah yang perlu terus dijaga semangatnya. (MD). |