
"Baiti Jannati merupakan ungkapan umum di masyarakat yang menunjukkan bahwa rumah adalah segala-galanya bagi penghuninya. Rumah bukan sekedar tempat berteduh dari hujan dan panas, tetapi rumah mempunyai fungsi strategis sebagai tempat pembinaan anak dan generasi muda, persemaian budaya, pengejawantahan jati diri dan sekaligus sebagai aset ekonomi. Pembangunan perumahan diyakini akan membawa dan menghidupkan kegiatan ikutan lebih dari 100 macam, mulai dari industri bahan bangunan seperti bata, genting, kusen, kayu, kaca, ubin, porselin, cat, dan listrik hingga industri rumah tangga seperti korden dan aksesoris isi rumah serta sektor tenaga kerja untuk membangun rumah dan penyedia makan sehari-hari bagi tenaga kerja dan penghuninya.
Oleh karena itu, pembangunan perumahan sehat merupakan hal strategis dan merupakan salah satu indikator keberhasilan yang perlu mendapatkan perhatian dalam rangka menciptakan kesejahteraan bagi segenap lapisan masyarakat. Masalah perumahan mencakup aspek yang sangat luas dan heterogen, seperti aspek pertanahan atau ketersediaan lahannya, aspek tata ruang agar tidak menambah permasalahan terhadap penyediaan infrastruktur dan keruwetan kota di kemudian hari, serta aspek pembangunan perumahannya sendiri yang mencakup antara lain sistem pembiayaan, keterlibatan pengembang dan masyarakat. Mengingat luasnya aspek tersebut, Kementerian Negara Perumahan Rakyat haruslah mempunyai kekuatan dan kedudukan yang sesuai dengan tugasnya." itulah awal sambutan Menpera dalam pencanangan Kasiba Bontang Lestari di Kota Bontang Kaltim tanggal 8 Juni 2006 yang lalu.
Dalam acara yang dihadiri oleh Wagub Kaltim, Walikota, Anggota Komisi V DPR RI, DPP REI, Direktur BTN, Direktur Perumnas dan pejabat daerah serta stakeholder perumahan lainnya ditandai dengan peresmian Bantuan Stimulan PSU, penandatanganan prasasti peresmian rumah PNS dan rumah lainnya di Bontang serta dilanjutkan dengan penghijauan.
Acara dilanjutkan dengan Dialog tentang perumahan dengan stakeholder di malam harinya. (MD)
|