
Jakarta, Rabu 6 Agustus 2008 Kedeputian Bidang Pengembangan Kawasan mengadakan diskusi tahap tiga yang bertema Penyiapan Kawasan Melalui Peningkatan Kualitas Perumahan dan Permukiman Perkotaan, di Ruang Dirgantara Hotel Ambhara Jakarta.
Acara ini selain di hadiri dan di buka oLeh Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera), Yusuf Asy’ari. Juga turut hadir sebagai pembicara antara lain Pengamat Perkotaan dari Pusat Studi Urban Desain Institut Teknologi Bandung (ITB), Mohammad Danisworo. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedi Supriadi Priatna. Staf World Bank, Parwoto. Serta Ketua Masyarakat Peduli Perumahan dan Permukiman Indonesia (MP3I), Aca Sugandhy sebagai pembahas.
Pemerintah maupun para pengembang perlu menyiapkan kawasan khusus serta memberikan sosialisasi yang jelas kepada masyarakat luas mengenai proses meningkatkan kualitas perumahan dan permukiman. Untuk itu, pengembangan kawasan dengan cara memanfaatkan serta menggunakan lahan yang belum optimal sangat dibutuhkan guna meminimalisir lingkungan permukiman kumuh. Dalam hal ini, pemerintah diharapkan melakukan pengusahaan lahan dan mengoptimalkan peran pemerintah untuk pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dan Kemenpera akan terus berupaya bekerjasama dengan berbagai pihak baik pemerintah daerah maupun pengembang guna menyukseskan program 1.000 tower bagi MBR.Dengan pendekatan pengembangan kawasan, lingkungan kumuh di kota-kota besar di Indonesia di harapkan akan semakin berkurang di kemudian hari.
(AdR) |